PORTALISLAMIAH - Anthony Robbins dalam bukunya yang masuk kategori the best seler mengatakan di dunia ini selalu serba mungkin. Dia mengistilahkan dalam bukunya Unlimited Power . Oleh Ir. T. Zaini Dahlan kata tersebut diterjemahkan menjadi “Tidak Ada yang Mustahil”. Semua yang ada ini selalu pasti, termasuk di dalamnya sukses dan gagal.
Betulkah semua tidak ada yang mustahil? Jika tidak percaya “bedah” potensi Anda. Sebenarnya, semua orang bisa menjadi pandai. Otak yang Tuhan berikan sudah dilengkapi “piranti” begitu lengkap dan sempurna. Tinggal bagaimana mengembangkannya. Tetapi, banyak orang yang tidak mau mengembangkan potensi dirinya sehingga potensi tersebut menjadi tidak berkembang dengan baik.
Pengembangan daya pikir misalnya, setiap orang bisa meraih sukses gemilang asal mampu memaksimalkan otaknya secara revolusioner. Hanya orang malas yang akan merasakan gagal dalam mengembangkan otaknya sehingga tidak meningkat
Betulkah semua tidak ada yang mustahil? Jika tidak percaya “bedah” potensi Anda. Sebenarnya, semua orang bisa menjadi pandai. Otak yang Tuhan berikan sudah dilengkapi “piranti” begitu lengkap dan sempurna. Tinggal bagaimana mengembangkannya. Tetapi, banyak orang yang tidak mau mengembangkan potensi dirinya sehingga potensi tersebut menjadi tidak berkembang dengan baik.
Pengembangan daya pikir misalnya, setiap orang bisa meraih sukses gemilang asal mampu memaksimalkan otaknya secara revolusioner. Hanya orang malas yang akan merasakan gagal dalam mengembangkan otaknya sehingga tidak meningkat
dengan baik.
Anthony Robbins yang juga pendiri dan Presiden Direktur Robbins Reaserch Institute mengatakan, seseorang akan mengerti apa sebenarnya yang diinginkan dirinya. Bagaimana memprogram otaknya, mengetahui rahasia untuk menciptakan kesan baik pada siapa pun dan bisa mencontoh orang sukses. Tetapi, lagi-lagi, kalau kita malas meniru orang sukses, berarti telah berada di tepi jurang kegagalan.
Maka, tugas kita bukan “mengeluh” tetapi bekerja keras untuk memanfaatkan potensi diri agar bisa berkembang dengan baik. Adalah tepat apa yang dikatakan Tao The King. Menurutnya, tentara yang baik tidaklah menyerang. Petarung unggul berhasil tanpa kekejaman. Penakluk terbesar menang tanpa perkelahian. Pimpinan paling berhasil, memimpin tanpa memerintah. Ini disebut kelemahan yang cerdik.
Jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, sebab dalam diri sendiri terdapat kesalahan yang begitu besar, yaitu tidak memaksimalkan potensi diri yang Allah berikan kepada kita. Orang mudah menyalahkan orang lain, berarti dia sendiri telah melakukan kesalahan. Kesalahan utama yang dia lakukan adalah ya menyalahkah orang lain itu.
Ada baiknya kita dengar nasihat ini. Lakukan yang Anda mampu dengan apa yang Anda miliki di tempat Anda berada. Kalimat indah ini disampaikan Theodore Roosevelt. Seorang tokoh dunia yang piawai mendorong potensi dirinya sehingga berkembang maksimal. Di saat mengalami kegagalan dia segera bangkit, dan di saat sukses menebar kebaikan dan tidak membanggakan diri. Lantas bagaimana halnya dengan kita? (*)
Penulis: Suharyo AP
Sumber: sakinah online
Anthony Robbins yang juga pendiri dan Presiden Direktur Robbins Reaserch Institute mengatakan, seseorang akan mengerti apa sebenarnya yang diinginkan dirinya. Bagaimana memprogram otaknya, mengetahui rahasia untuk menciptakan kesan baik pada siapa pun dan bisa mencontoh orang sukses. Tetapi, lagi-lagi, kalau kita malas meniru orang sukses, berarti telah berada di tepi jurang kegagalan.
Maka, tugas kita bukan “mengeluh” tetapi bekerja keras untuk memanfaatkan potensi diri agar bisa berkembang dengan baik. Adalah tepat apa yang dikatakan Tao The King. Menurutnya, tentara yang baik tidaklah menyerang. Petarung unggul berhasil tanpa kekejaman. Penakluk terbesar menang tanpa perkelahian. Pimpinan paling berhasil, memimpin tanpa memerintah. Ini disebut kelemahan yang cerdik.
Jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, sebab dalam diri sendiri terdapat kesalahan yang begitu besar, yaitu tidak memaksimalkan potensi diri yang Allah berikan kepada kita. Orang mudah menyalahkan orang lain, berarti dia sendiri telah melakukan kesalahan. Kesalahan utama yang dia lakukan adalah ya menyalahkah orang lain itu.
Ada baiknya kita dengar nasihat ini. Lakukan yang Anda mampu dengan apa yang Anda miliki di tempat Anda berada. Kalimat indah ini disampaikan Theodore Roosevelt. Seorang tokoh dunia yang piawai mendorong potensi dirinya sehingga berkembang maksimal. Di saat mengalami kegagalan dia segera bangkit, dan di saat sukses menebar kebaikan dan tidak membanggakan diri. Lantas bagaimana halnya dengan kita? (*)
Penulis: Suharyo AP
Sumber: sakinah online